Bambu dikenal sebagai bahan bangunan untuk struktur bangunan yang terdapat di berbagai negara beriklim tropis, termasuk di Jawa Barat. Bambu saat ini dianggap sebagai material berkelanjutan karena dengan umur 3-4 tahun sudah dapat dijadikan bahan bangunan dengan tetap memiliki nilai estetika. Penggunaan material bambu dapat ditemukan pada bangunan utama Pesantren Asy-Syifaa, Tanjungsari, Sumedang dengan keunikan bentuk atap yang menyerupai bentuk atap rumah tradisional Minangkabau. Penelitian ini membahas aplikasi bambu sebagai estetika pada bagian struktur atasnya saja. Pendekatan penelitian melalui metode kualitatif yang dimulai dengan penetapan objek, perumusan permasalahan yang dipilih pada bangunan yang dikaitkan dengan teori estetika serta sumber-sumber lain yang terkait dengan penelitian, Hasil yang didapat menunjukan bahwa pesantren tersebut memenuhi beberapa kriteria estetika dari prinsip arsitektur seperti proporsi, skala, sumbu, simetri, hirarki, irama dan tekanan/pusat perhatian
Copyrights © 2022