bahan makanan, minuman dan berbagai macam obat kesehatan. Dalam satu dekade ini kopi sudah menjadi bagiam dari gaya hidup masyarakat dunia dan menjadi favorit di berbagai kalangan masyarakat. Kopi dibudidayakan lebih dari di-50 negara, diantaranya adalah Indonesia dan Vietnam ynag mengekspor lebih dari 1 juta ton/tahun. Pasar kopi potensial dan dinamis adalah pasar Eropa, yang merupakan negara dengan tingkat konsumsi kopi tertinggi dunia dan populer dengan budaya minum kopinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Metode analisis yang digunakan adalah studi Komparatif dengan Metode analisis Porter Diamond Theory dan Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Oppourtunity, Threat). Hasil analisis dari komparasi daya saing ekspor kopi Indonesia dan Vietnam ke pasar Eropa menunjukkan bahwa, kedua negara memiliki keunggulan kompetitif pada produk kopi diatas rata-rata pasar kopi dunia. Hasil analisis dari Porter Diamond Theory menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan pada faktor keragaman kopi khas daerah Indonesia dengan daya saing tinggi dan faktor kondisi terkait sumber daya alam, sehingga Indonesia populer dengan sabuk kopi “The Coffee Belt”. Kelemahan Indonesia terletak pada faktor kondisi terkait SDM, IPTEK serta ketersediaan infrastruktur. Adapun kopi Vietnam memiliki keunggulan pada faktor produksi yang melimpah dengan harga yang rendah dan keagresifan Vietnam dalam mencari pasar Internasional. Kelemahan Vietnam terletak pada faktor kondisi IPTEK, SDA dan SDM, Varietas kopi yang monotonic, ketersediaan infratsruktur dan banyak kesenjangan antar petani. Kata Kunci : Kopi, Indonesia, Vietnam, Daya Saing, Porter Diamond Theory, Pasar Eropa.
Copyrights © 2019