Bank Dunia mencatat sejak akhir tahun 2015, perusahaan industri Indonesia telah menurunkan porsinya terhadap PDB Indonesia hingga tahun 2020. Data tersebut menunjukkan adanya perlambatan kinerja perusahaan manufaktur Indonesia yang berisiko menyebabkan financial distress bagi perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor atau variabel mana yang dapat mengurangi atau meningkatkan risiko financial distress. Berdasarkan latar belakang, saran dan hasil penelitian sebelumnya. Objek penelitian ini berfokus pada perusahaan manufaktur Indonesia yang mengalami kesulitan keuangan pada tahun 2016-2020. Penelitian ini meneliti tiga variabel bebas yaitu intellectual capital, leverage, firm size, dan satu variabel terikat yaitu financial distress. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak ketiga variabel independen tersebut terhadap financial distress. Perusahaan manufaktur Indonesia yang aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020 adalah populasi penelitian . Teknik pemilihan sampel penelitian adalah purposive sampling dan 30 perusahaan manufaktur yang mengalami kesulitan keuangan terseleksi sebagai sampel dengan total 150 observasi. Model regresi linier berganda dengan pendekatan data panel dan uji asumsi klasik digunakan untuk analisis. Software pengolah data yang digunakan adalah Eviews 12. Hasil penelitian membuktikan bahwa Intellectual Capital dan Firm Size berdampak negatif signifikan dan leverage berdampak positif signifikan terhadap kesulitan keuangan.
Copyrights © 2023