Kalimantan Selatan, meski dikatakan sebagai kota yang sarat akan budaya dan tradisi religius, menunjukan bahwa mereka mengadopsi beberapa ajaran yang dipadukan antara dimensi teologis dan spritual sufi dalam bidang fikih. Integrasi keilmuan tersebut pada hakikatnya saling terhubung sebagaimana pilar penting dalam Islam yaitu iman, Islam, dan ihsan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bahwa fikih lokalitas mencerminkan bahwa masyarakat Banjar melakukan integrasi keilmuan pada bidang fikih yang mereka konsumsi. Penelitian ini mengandalkan pengumpulan data melalui pendekatan kualitatif yang meliputi kajian pustaka dengan analisis deskriptif serta mempertimbangkan prinsip-prinsip ilmu fikih dan hubungannya dengan tasawuf. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa kitab yang memadukan antara aspek teologis dan sufistik dalam materinya, berupa; (1) rahasia-rahasia shalat (2) puasa (3) zakat; dan (4) haji. Kitab-kitab tersebut tidak bisa dikatakan sebagai kitab fikih murni karena di dalamnya juga terdapat beberapa materi terkait tasawuf. Kajian ini menunjukkan bahwa perlu adanya pemetaan lebih lanjut terkait kitab-kitab fikih yang dikonsumsi oleh masyarakat Banjar untuk mengatur ruang khazanah fikih lokal Banjar.
Copyrights © 2023