Health Information : Jurnal Penelitian
Content Digitized

Efektivitas Alternate Day Fasting Terhadap Profil Lipid Pada Pasien Non Alcoholic Fatty Liver Disease

Damara, Cindy (Unknown)
Glennasius, Tania (Unknown)
Agata, Berliana (Unknown)
Monik, Caroline (Unknown)
Natali, Veren (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2023

Abstract

NAFLD sering dikaitkan dengan dislipidemia (trigliserida tinggi, HDL rendah, VLDL tinggi) dan peningkatan kadar sitokin proinflamasi yang bersifat aterogenik dan mendorong perkembangan penyakit kardiovaskular. Potensi efek menguntungkan dari alternate-day fasting pada dislipidemia masih kontroversial. Kolesterol, total direct HDL, LDL, dan trigliserida telah terbukti berkurang dengan diet puasa, tetapi efek ini secara statistic tidak berbeda dari nilai awal. Dalam penelitian Cai et. al, 2019 ditemukan penurunan kadar trigliserida pada kelompok intervensi dua kali lipat lebih tinggi dari kelompok control (± 1,9% vs ± 1%). Akumulasi bukti menunjukkan bahwa penurunan berat badan >5% diperlukan untuk meningkatkan konsentrasi lipid plasma dan factor glukoregulasi, oleh karena itu penurunan berat badan yang dicapai oleh diet kontrol mungkin tidak cukup besar untuk menimbulkan efek pada dislipidemia. Temuan pada pasien dengan ADF dibanding dengan kelompok kontrol, terdapat penurunan signifikan pada kadar LDL. Namun, tidak ada perubahan signifikan pada semua parameter lipid yang diukur (kolesterol total, LDL, HDL, dan TG) setelah 8 minggu protocol MACR (Modified Alternate-day Calorie Restriction). Ini mungkin dikarenakan durasi intervensi yang singkat dan tidak ada rejimen olahraga yang ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau lebih dalam tentang peran alternate day fasting terhadap profil lipid pada pasien NAFLD. Pencarian literatur dilakukan dari artikel jurnal dengan rentang waktu 2013-2023 dengan database berupa Pubmed, Ebsco, Google Scholar, Science Direct, Medline, Cochrane, dan Hindawi. Penurunan enzim hati dapat dijelaskan dengan peningkatan lemak visceral dan steatosis di hati. Di sisi lain, peningkatan enzim hati yang paradoks telah diamati setelah puasa, namun peningkatannya minimal dan reversible saat pemberian makan ulang. Diketahui dari literatur bahwa autophagy terganggu pada NAFLD dan IF tampaknya telah mendorong proses pemulihan hepatosit. Namun, diketahui penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivasi PPARa dari puasa mendorong degradasi nuclear receptor co-repressor 1 (NCoR1) dan autophagy hati berikutnya.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

HIJP

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan ...