Sektor pertambangan masih menjadi sektor utama dalam pembangunan dan perekonomian Indonesia. Produksi komoditas dari sektor pertambangan memiliki tren peningkatan setiap tahunnya, namun peningkatan pendapatan negara dari sektor pertambangan tidak sebanding dengan tren peningkatan produksi tersebut. Hal itu dapat terjadi karena faktor eksternal, misalnya harga komoditas atau kebijakan ekspor, maupun faktor internal, misalnya efisiensi kegiatan penambangan atau faktor recovery. Untuk meningkatkan efisiensi dalam proses penambangan, beberapa perusahaan pertambangan telah menerapkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence) (AI) dan internet of things (IoT) guna menggantikan peralatan pengangkut yang dioperasikan oleh manusia menjadi secara otomatis. Teknologi tersebut terbukti mampu mengurangi lagging, menghilangkan waktu istirahat dan pergantian shift, dan meningkatkan akurasi posisi kendaraan sehingga dampaknya meningkatkan produktivitas, produksi, dan mengurangi biaya produksi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada perhitungan tingkat efisiensi produktivitas alat angkut dan prediksi peningkatan pendapatan negara untuk tahun 2025 hingga 2030. Tahun 2025 merupakan rencana penerapan teknologi 5G di Indonesia, di mana teknologi tersebut merupakan syarat mutlak penerapan aplikasi kendaraan otomasi. Dalam penelitian ini, digunakan metode analisis literatur dan pendekatan peramalan rangkaian waktu. Studi literatur digunakan untuk membandingkan produktivitas, produksi, dan biaya produksi pada alat angkut yang dikemudikan manusia dengan teknologi otomasi, kemudian teknik peramalan time-series digunakan untuk memproyeksikan pendapatan negara. Hasilnya, peningkatan produktivitas dari aspek waktu tunggu berkurang hingga 55,5%, peningkatan produksi sebesar 40,35%, dan pengurangan biaya angkut sebesar 18,2%. Selanjutnya, melihat potensi pendapatan negara, peningkatan sebesar 9,934 Triliyun rupiah atau 20,175% per tahun untuk tahun 2025 hingga 2030.
Copyrights © 2023