Alih fungsi lahan pertanian di Surakarta menyebabkan menurunnya ketersediaan bahan pangan dan banyaknya kawasan kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan pemberdayaan masyarakat dan menganalisis aktor yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui program urban farming pada kelompok tani Pemuda Tangguh. Metode dasar penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Analisis interaktif dan analisis MACTOR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pemberdayaan masyarakat melalui program urban farming pada kelompok tani Pemuda Tangguh melalui 3 tahapan yakni tahap penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Berdasarkan hasil analisis aktor melalui MACTOR aktor yang mempunyai tingkat pengaruh tinggi dan ketergantungan rendah yaitu Dispangtan Surakarta. Aktor yang mempunyai pengaruh tinggi dan ketergantungan tinggi yaitu Ketua kelompok tani, Pembina kelompok tani, PPL, Kelurahan Banyuanyar, PT UNS, Anggota kelompok tani, LPMK Banyuanyar. Aktor yang mempunyai pengaruh yang rendah dan tingkat ketergantungan tinggi yaitu masyarakat. Aktor yang mempunyai pengaruh dan ketergantungan rendah yaitu CSR Perhutani, LSM Gita Pertiwi, Puskesmas Banyuanyar, PAMOR, AOI.
Copyrights © 2023