Pelepah dan daun kelapa sawit (PDKS) merupakan salah satu hasil samping dari perkebunan kelapa sawit, yang berpotensi sebagai bahan pakan bagi ternak ruminansia. Namun demikian, kualitas nutrisi dan kecernaannya yang rendah merupakan faktor pembatas pemanfaatan PDKS sebagai pakan ternak ruminansia. Berbagai teknologi diperlukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi PDKS, salah satunya menggunakan teknologi amoniasi dan fermentasi dengan bantuan mikroorganisme Trichoderma viride. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbagai teknik pengolahan terhadap PDKS pada penelitian ini berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kadar bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serta BETN, namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar serat kasar dan abu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan fermentasi memberikan hasil yang relatif baik, karena dapat mempertahankan kadar bahan kering dan BETN tetap tinggi, serta cenderung meningkatkan kadar protein substrat dibandingkan perlakuan kontrol.
Copyrights © 2021