Penurunan produktivitas tanaman padi dapat dipengaruhi oleh banyak factor. Salah satu organisme pengganggu yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman padi adalah Pyricularia oryzae yang dapat menyebabkan penurunan produksi padi hingga 90%. Penggunaan fungisida merupakan metode pengendalian yang kerap diandalkan untuk mengendalikan berbagai jenis penyakit,namun pengendalian ini sering menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan. Oleh sebab itu perlu dicarikan alternatif pengendalian yang bersifat ramah lingkungan seperti pengendalian hayati. Cendawan endofit dianggap sebagai cara pengendalian yang tepat karena agens pengendalinya berasal dari tanaman itu sendiri, serta dapat menghasilkan antibiotik yang mampu melemahkan cendawan patogen. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan.Cendawan endofit dan cendawan patogen diisolasi dari tanaman padi yang berasal dari Desa Lampasie Enking, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.Isolat cendawan yang telah diidentifikasi diuji patogenisitasnya pada bibit padi varietas ciherang. Isolat cendawan yang tidak menunjukkan gejala nekrotik kemudian diuji daya antagonisnya secara in vitro terhadap P. oryzae dengan menggunakan metode dual culture. Hasil dari penelitian ini diperoleh sembilan cendawan endofit dari tanaman padi di Desa Lampasie Enking, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Isolat BPS-S2 (Trichoderma sp. 2) paling berpotensi sebagai agens pengendali hayati P. oryzae dengan persentase daya hambat sebesar 61,4%.
Copyrights © 2022