Every year millions of people die prematurely due to air pollution. Many deaths occurred in cities, where fumes from vehicles, factories, and power plants filled the air with noxious particles and gases. The COVID-19 pandemic has also created a new awareness about the importance of monitoring air quality in the atmosphere and indoors. However, the available data are not widely accessible to the general public and are explicitly restricted for organizational use due to high costs. The research aims to develop a low-cost air quality monitoring device with parameters NOx, SOx, CO, O3, PM2.5, temperature, and humidity. The Air Quality Monitoring Prototype (AQMP) prototype was developed using an Internet of Things (IoT) solution based on low-cost sensors with a low-cost, low-energy, open-source Arduino system. Data is recorded every minute and stored in a database for parameters NOx, SOx, CO, O3, PM2.5, temperature, and humidity. Data communication is carried out via the cloud and displayed on smartphones and the web. The stages of work are carried out by designing systems, determining and constructing hardware, installing software, and testing. The test results show that the AQMP can operate and detect all parameters. Comparisons were made with data from the Environment Service of Bandar Lampung City, and the results showed an accuracy rate above 95%. This research has proven that low-cost air quality monitoring device can be developed with IoT. This research simultaneously supports the concept of "Going Green" to maintain a healthy and clean environment for present and future generations. Abstrak: Setiap tahunnya jutaan orang meninggal sebelum waktunya akibat pencemaran udara, terutama ini terjadi di perkotaan. Pandemi COVID-19 juga telah memunculkan kesadaran baru tentang pentingnya pemantauan kualitas udara di atmosfer maupun dalam ruangan. Namun, data yang tersedia tidak dapat diakses secara luas untuk masyarakat umum dan dibatasi secara khusus untuk penggunaan organisasi karena biaya tinggi. Penelitian bertujuan mengembangkan alat pemantau kualitas udara berbiaya rendah, dengan parameter NOx, SOx, CO, O3, PM2.5, suhu dan kelembaban. Prototipe perangkat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring Prototype/AQMP) dikembangkan menggunakan Internet of Things (IoT), berdasarkan sensor berbiaya rendah, dengan sistem Arduino yang berbiaya rendah, minim energi, dan bersifat terbuka. Perekaman data dilakukan setiap menit dan tersimpan dalam database untuk semua parameter. Komunikasi data dilakukan melalui cloud, dan ditampilkan pada smartphone maupun web. Tahapan pekerjaan dilakukan dengan perancangan sistem, penentuan dan konstruksi hardware, penanaman software, dan pengujian. Hasil uji coba didapatkan bahwa AQMP dapat beroperasi dan mampu mendeteksi keseluruhan parameter. Perbandingan dilakukan dengan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, hasilnya menunjukkan tingkat akurasi di atas 95%, sehingga layak untuk digunakan. Penelitian ini telah membuktikan bahwa alat pemantau kualitas udara berbiaya rendah dapat dikembangkan dengan IoT, dan memberikan hasil yang akurat. Penelitian ini sekaligus mendukung konsep “Going Green” untuk mempertahankan lingkungan yang sehat dan bersih untuk generasi sekarang dan mendatang.
Copyrights © 2023