Indonesia merupakan sektor pariwisata oleh karenanya pemerintah Indonesia terus menekankan pariwisata sebagai andalan sumber pendapatan nasional. Jawa Tengah sebagai provinsi dengan karakteristik garis pantai yang berbeda yaitu pantai utara dan pantai selatan, memiliki rencana pengembangan pariwisata dalam pemanfaatan pesisirnya. Potensi objek dan daya tarik di Provinsi Jawa Tengah sangat beragam dan tersebar di kabupaten/kota di Jawa Tengah. Wisata rekreasi berbasis alam menjadi daya tarik utama, terutama wisata Bahari pantai dan laut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Kawasan Wisata Bahari di pesisir provinsi Jawa Tengah. Analisis pengelolaan Kawasan wisata Bahari memiliki beberapa parameter yaitu aksesibilitas, sarana dan prasarana, dan keamanan. Pengelolaan wisata bahari di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan tingkat keberlanjutan yang berbeda pada karakteristik pantai utara dan pantai selatan Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil pengelolaan tingkat kunjungan di pantai Utara tertinggi yaitu kabupaten Rembang. Sedangkan tingkat kunjungan terendah yaitu Kabupaten Pati pada tahun 2020 dan untuk tahun 2021 kunjungan terendah yaitu Kabupaten Demak. Tinggi rendahnya kunjungan wisatawan di tiap Kawasan Wisata Bahari dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas, sarana dan prasarana serta keamanan.Berdasarkan hasil tingkat kunjungan di perairan selatan jawa kunjungan tertinggi yaitu kabupaten Purworejo tahun 2020, sedangkan tahun 2021 yaitu kabupaten Cilacap. Untuk tikgkat pengunujung terendah yaitu kabupaten Wonogiri. Strategi pengelolaan yang dapat diberikan yaitu ketersediaan peraturan daerah mengenai wisata bahari, sarana listrik, teknik pengolahan limbah, penyerapan tenaga kerja, dan daya dukung wisata untuk kategori wisata pantai.
Copyrights © 2023