Di sekitar Candi Prambanan (Indonesia) terdapat dua simpang bersinyal yang jaraknya berdekatan dalam jarak 436 meter. Jarak simpang yang berdekatan dan banyaknya volume kendaraan yang melewati ruas jalan Yogyakarta-Solo akan menimbulkan permasalahan lalu lintas karena kedua simpang bersinyal belum terkoordinasi yang akan mengakibatkan kemacetan pada saat jam sibuk. Untuk itu, diperlukan alternatif penyesuaian waktu siklus simpang untuk menciptakan kedua simpang menjadi terkoordinasi sehingga meminimalisir terjadinya kemacetan. Data primer volume dan waktu siklus simpang eksisting dikumpulkan dengan metode survei langsung di lapangan untuk melihat kinerja koordinasi sinyal eksisting. Metode pengolahan data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pemodelan software Vissim dan juga dilakukan analisis waktu hijau optimum dengan pendekatan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) pada perencanaan koordinasi sinyal. Kondisi eksisting yang didapatkan pada penelitian ini adalah bahwa kedua simpang tersebut belum terkoordinasi, terlihat dari tingkat pelayanan jalan masih masuk dengan kategori E dan perbedaan waktu siklus di kedua simpang tersebut. Alternatif waktu siklus terbaik untuk kedua simpang adalah 117 detik. Nilai waktu tempuh (dari arah Timur-Barat) sebesar 31,73 detik dengan kecepatan perjalanan rata-rata 49,47 km/jam, dan arah sebaliknya (Barat-Timur) nilai waktu tempuh sebesar 50,99 detik dengan kecepatan perjalanan rata-rata 30,78 km/jam.
Copyrights © 2023