Pemanfaat bahan alam sebagai obat cenderung meningkat pada kurun waktu dewasa ini untuk menggantikan obat-obatan yang modern seperti daun kapas. Banyak jenis tumbuhan yang secara etnobotani memiliki khasiat sebagai antibakteri, diantaranya adalah tumbuhan kapas (Gossypium hirsutum L.). Tumbuhan daun kapas (Gossypium hirsutum L.). Diketahui bahwa senyawa alami yang berpotensi sebagai antibakteri umumnya mengandung saponin, alkaloid, polifenol, dan flavonoid adalah tumbuhan kapas (Gossypium hirsutum L.). Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai daya hambat ekstrak daun Kapas (Gossypium hirsutum L.) sebagai anti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas daun kapas (Gossypium hirsutum L.) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi dasar tentang penggunaan daun kapas (Gossypium hirsutum L.) sebagai salah satu alternatif pengobatan penyakit infeksi, khususnya yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus sehingga dapat menjadi salah satu upaya pengembangan pengobatan yang berasal dari bahan alami. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain one shoot case study yaitu suatu desain penelitian dengan perlakuan terhadap variabel independen yang diikuti dengan pengamatan atau pengukuran terhadap variabel independen. Berdasarkan data hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kapas (Gossypium hirsutum L.) mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan kategori sensitive dimana daya antibakteri yang terbesar dihasilkan pada konsentrasi ekstrak 100% yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat 18,10 mm.
Copyrights © 2023