“The Clash of Civilizations” adalah sebuah metafora kontroversial yang berkembang di politik global pasca perang dingin. Diperkenalkan oleh Samuel Huntington, metafora tersebut menyarankan bahwa politik dunia mengalami konfigurasi ulang yang “fault line” antara budaya menggantikan batasan politik dan ideologi sebagai “flashpoint krisis dan pertumpahan darah”. Tujuan dari artikel adalah untuk mengkaji secara kritis proposisi dan asumsi teoretikal yang menguatkan tesis. Hal ini menunjukkan bahwa proposisi tidak berdasar dan asumsi teoretikal dibalik argumen kurang dapat dipercaya. Ini memperdebatkan bahwa “clash of civilizations” merupakan mitos belaka.
Copyrights © 2012