Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 23, No 1: April 2023

Respon imun terhadap infeksi SARS-CoV-2

Fifi Nurliza Aini Tibar (Lampung University)
Intanri Kurniati (Lampung University)
Selvi Rahmawati (Lampung University)
Agustyas Tjiptaningrum (Lampung University)



Article Info

Publish Date
26 Mar 2023

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2) awalnya merupakan wabah virus terbaru yang muncul pada akhir tahun 2019 di provinsi Hubei, China. Awalnya virus ini menyebar ke seluruh China dan dalam waktu cepat kemudian menyebar ke seluruh dunia. Virus penyebab penyakit COVID-19 ini menyebabkan masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia, menyelidiki karakteristik SARS-CoV-2 dan memahami interaksinya dengan respon imun dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana patogen menyebabkan penyakit pada beberapa individu dan dapat menjadi langkah penting dalam bidang pengobatan. Respon imun terhadap infeksi SARS-CoV-2 dimulai saat virus memasuki sel inang dan melakukan invasi. Respon imun innate sebagai pertahanan awal akan menghasilkan produksi IFN-I, IFN-III, dan kemokin yang akan menarik sel imunitas bawaan seperti sel leukosit polimorfonuklear, monosit, sel Natural Killer (NK), dan sel dendritik (DC) untuk melawan virus ini. Sel-sel ini juga menghasilkan kemokin seperti MIG, IP-10, dan MCP-1 yang akan merekrut limfosit, dimana pada gilirannya akan mengenali antigen virus yang disajikan oleh DC. Hal inilah yang menstimulus terbentuknya respon imun adaptif, respon yang lebih spesifik dalam perlawanan terhadap SARS-CoV-2.

Copyrights © 2023