There has been a shift in the value of decency in certain societies, which can be seen from the behavior of some adulterers who are getting bolder and not feeling guilty. Even though in Muara Tabir Sub-District, the majority of the people are Muslim, where Islam is a religion that strictly and strictly prohibits adultery. The purpose of this study was to determine the effectiveness of imposing adultery sanctions in Muara Tabir District from the perspective of customary crimes. The method used in this study is a juridical empirical approach using interviews, documentation and observation. The results of the study found many factors for the occurrence of adultery including the lack of parental supervision, consensual consent, and also the factor of law enforcement itself. The conclusion shows that the customary sanctions have not been effective in the people of Muara Tabir District, Tebo Regency. Pergeseran nilai kesusilaan dalam masyarakat tertentu telah terjadi, yang dapat dilihat dari perilaku sebagian pelaku zina yang semakin berani dan tidak tercermin rasa bersalah. Padahal di Kecamatan Muara Tabir ini semua masyarakatnya mayoritasnya beragama Islam yang mana agama Islam merupakan agama yang sangat tegas dan keras melarang perbuatan zina. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penetapan sanksi zina di Kecamatan Muara Tabir dalam perspektif pidana adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan secara yuridis empiris menggunaka wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ditemukan banyak faktor terjadinya perzinahan diantaranya yaitu kurangnya pengawasan orang tua, suka sama suka, dan juga faktor penegak hukum itu sendiri. Kesimpulan menunjukkan belum efektivnya sanksi adat yang di tetapkan di masyarakat Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo.
Copyrights © 2023