Bahasa Melayu merupakan bahasa yang digunakan dalam sejumlah dialek di daerah pesisir Semenanjung Malaya dan Kalimantan, di Sumatera Selatan dan Tenggara, dan hampir di semua pusat perdagangan utama di Kepulauan Nusantara. Bahasa Melayu yang menjadi fokus penelitian ini adalah bahasa Melayu yang digunakan di Kabupaten Merangin, yakni salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk rekonstruksi fonem yang terdapat dalam bahasa Melayu di Kabupaten Merangin. Data penelitian komparatif kualitatif ini adalah data lisan yang diperoleh berdasarkan daftar pertanyaan yang diajukan kepada informan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode cakap dan dianalisis menggunakan metode komparatif. Bentuk protofonem vokal yang ditemukan adalah: *a, *i, *u, *ǝ, dan *o. Bentuk protofonem konsonan yang ditemukan, yaitu *b, *p, *m, *n, *ň, *ŋ *w, *d, *t, *l, *r, *y, *j, *c, *s, *g, *k, dan *h. Bentuk protofonem diftong yang ditemukan, yaitu *aw, *ua, dan *ay. Protofonem vokal *ǝ memiliki dua alofon, yaitu [e] dan [ǝ]. Protofonem konsonan *k memiliki dua alofon, yaitu [k] dan [Ɂ]. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan 26 bentuk protofonem pada isolek-isolek yang diteliti. Bentuk protofonem yang ditemukan terdiri atas 5 protofonem vokal, 18 protofonem konsonan, dan 3 protofonem diftong.
Copyrights © 2023