Penjualan produk mitra Niagadesa tergantung pada aktivitas penjualan yang dilakukanstartup Niagadesa. Ketergantungan penjualan ke pihak lain akan berdampak pada perolehan nilai penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pengembalian modal (payback period) dan titik impas usaha (break even point). Penelitian ini dilaksanakan di desa Jagabaya kecamatan Mekarmukti kabupaten Garut Jawa Barat pada bulan November 2022.Desain penelitian adalah desain kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari mitrausaha, pengambilan sampel mitra secara sensus, analisis yang digunakan adalah analisis payback period dan break even point. Hasil penelitian menunjukkan: Payback period anyaman paling cepat yaitu 2 kali proses produksi karena biaya investasi yang rendah, payback period manisan terung paling lama yaitu 31 kali proses produksi karena biaya investasi yang besar. Usaha mitra Niagadesa sudah kembali modal kecuali usaha biskuit pisang karena pendapatan usaha yang rendah akibat kurangnya permintaan. Titik impas usaha anyaman paling kecil karena biaya tetap yang rendah. Titik impas usaha sale pisang basah dan sale pisang kering tinggi karena biaya tetap yang tinggi. Usaha mitra Niagadesa telah mengalami titik impas kecuali usaha biskuit pisang karena harga jual produk yang tinggi dan hasil produksi yang rendah.
Copyrights © 2023