Tanaman cincau hijau perdu (Premna serratifolia L.) merupakan tanaman merambat atau melilit yang berasal dari Asia Tenggara. Budidaya cincau hijau di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan sulitnya teknik budidaya tanaman cincau terutama sisi perbanyakan tanaman. Pada umumnya perbanyakannya dilakukan dengan cara stek batang. ZPT yang sering digunakan adalah ZPT sintesis, salah satunya yaitu Rootone F, namun penggunaannya kurang efektif dalam segi ekonomis, maka perlu adanya subtitusi dengan ZPT yang berasal dari bahan alami atau dari pemanfaatan limbah rumah tangga dan industri seperti air kelapa, air cucian beras, dan air limbah ampas tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman ZPT alami air kelapa, air cucian beras, dan air ampas tahu serta mengetahui bahan ZPT alami terbaik untuk pertumbuhan tanaman cincau hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yang terdiri atas empat perlakuan dan diulang sebanyak lima kali sehingga didapatkan dua puluh satuan percobaan masing-masing 3 sampel sehingga membutuhkan 60 tanaman. P1=0,1 g.L-1 Rootone F (kontrol positif), P2=450 ml.L-1 air kelapa muda, P3=450 ml.L-1 air cucian beras, P4=450 ml.L-1 air limbah ampas tahu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ZPT sintetis Rootone F memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan ZPT alami terhadap ketiga parameter penelitian. Pengaruh ZPT alami terbaik terhadap parameter panjang tunas, jumlah daun dan lebar daun secara berturut-turut ditunjukkan oleh perlakuan ampas tahu, air kelapa, dan air cucian beras.
Copyrights © 2023