Kajian ini bertujuan untuk membahas metode yang digunakan oleh para ahli tafsir dalam menafsirkan Al-Qur’an, salah satunya Ibnu Katsir yang tergolong sebagai mufassir era pertengahan (8 H), namun ia resmi berada pada posisi klasik karena menggunakan bentuk penafsiran bi al-Ma’tsur dalam menulis karya tafsirnya yaitu Tafsir al-Qur’an al-Adzim. Secara khusus penulis akan mengkaji lebih dalam mengenai metode dan aliran yang digunakan oleh Ibnu Katsir dalam melakukan penafsirannya tersebut. Penelitian ini bersifat dekriptif-analitis dengan menggunakan pendekatan kualitatif pustaka, yakni dengan cara menelusuri informasi dari beberapa sumber data tertulis yang berkaitan dengan tema pokok penelitian. Dari penelitian ini penulis berhasil menyimpulkan bahwa tafsir Ibnu Katsir menggunakan metode tafsili (analitis), sedangkan dalam segi penyusunan kitab tafsirnya menggunakan tartib mushafi/tahlili. Adapun corak penafsirannya Ibnu Katsir lebih cenderung pada corak fiqih. Disisi lain dalam penafsirannya ia juga mencantumkan beberapa riwayat qiraah sab’ah, dan beberapa kisah israilliyat tetapi juga menunjukkan kejanggalan dari kisah tersebut.
Copyrights © 2023