Nyeri persalinan mulai timbul pada tahap kala I yang berasal dari kontraksi uterus dan dilatasi serviks, dilanjutkan ke dermaton yang disuplai oleh segmen medulla spinalis yang sama dengan segmen yang menerima input nosiseptif dari uterus dan serviks. Pada kala I persalinan, nyeri diakibatkan oleh dilatasi serviks dan segmen bawah uterus dan distensi korpus uteri. Nyeri diakibatkan oleh kekuatan kontraksi dan tekanan yang dibangkitkan. Dampak nyeri pada ibu bersalin yaitu peningkatan cardiac output dan peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan hiperventelasi, penurunan darah ke otak dan uterus sehingga terjadi asidosis selanjutnya menimbulkan gangguan sirkulasi uterus dan mengganggu pasokan oksigen ke bayi sehingga dapat menyebabkan hipoksia. Mengingat dampak nyeri cukup signifikan bagi bayi dan ibu, maka harus ada upaya untuk menurunkan nyeri tersebut salah satunya dengan pengelolaan nyeri persalinan secara non farmakologi yaitu deep back massage (DBM) yang dikombinasi dengan deep breathing (DB). Metode penelitian ini adalah Quasi eksperiment. Rancangan desainnya adalah pretest-posttest with control group design. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 23 Desember 2022 sampai dengan 22 Januari 2023 berlokasi di ruang Anyelir RSUD dr. R. Soeprapto Cepu. Sampel pada penelitian ini adalah 42 responden. Teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil penelitian (1) terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan deep back massage dan deep breathing (thitung 21,458 > ttabel 2,08596) dan diperoleh pvalue 0,000 < ɑ (0,05), yang menandakan bahwa ada pengaruh DBM-DB terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala 1 fase aktif. (2) Terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan DB (thitung 18,684 > tabel 2,08596) dan diperoleh pvalue 0,000 < ɑ (0,05), yang menandakan bahwa ada pengaruh tarik nafas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala 1 fase aktif (3) Terdapat perbedaan tingkat nyeri persalinan yang signifikan antara responden yang diberikan DBM-DB dengan responden yang diberikan DB pada kala 1 fase aktif di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu (pvalue 0,001 < 0,05).
Copyrights © 2023