Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan inferioritas perempuan dan menginterpretasikan penggunaan wacana bahasa perempuan dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualiatif dengan metode analisis wacana kritis. pengumpulan data dilakukan berdasarkan analisis model Fairclough dengan membagi analisis wacana dalam tiga dimensi, teks, praktik wacana, dan praktiksosialkultural. Dalam hal ini metode yang dikembangkan termasuk deskripsi linguistik teks dari segi kebahasaannya, interprestasi hubungan antara proses yang melebar luas dalam produksi dan konsumsi teksnya serta eksplanasi hubungan antara proses diskursif dan proses sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kosakata dan kalimat yang menunjukkan adanya inferioritas yang dialami perempuan dalam novel Gadis Pantai, yakni cuma perempuan, bayimu, orang kebanyakan, istri sebilah keris, istri percobaan, dan orang kampung. Selanjutnya, wacana bahasa perlawanan perempuan dalam novel Gadis Pantai menggunakan sarkasme sehingga banyak mengandung nama-nama binatang dalam bahasa perlawanannya, hal ini dilakukan untuk menunjukkan ekspresi kekecewaannya terhadap suaminya-bendoro atas yang menimpanya.
Copyrights © 2023