Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas penting dan strategis peranannya dalam mendorong perekonomian rakyat di Kalimantan Barat. Banyak faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit seperti luas lahan, produktivitas dan jumlah tenaga kerja pada perkebunan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Generalized Additive Models (GAM) pada data jumlah produksi kelapa sawit di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode GAM, yang merupakan perluasan dari Generalized linier Models (GLM) dengan menggantikan fungsi linier menjadi fungsi aditif dan mengganti prediktor non-linier dengan suatu fungsi penghalus. Penghalus yang digunakan pada permodelan adalah penghalus spline dan pendugaan parameter model dengan Peneralized Likelihood Maximation. Variabel respon penelitian ini adalah jumlah produksi dan variabel prediktor adalah luas lahan, produktivitas, dan tenaga kerja.Tenaga kerja memiliki pengaruh non-linier terhadap jumlah produksi. Sementara luas lahan dan produktivitas secara linier berpengaruh positif terhadap jumlah produksi. Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh dengan software R sebesar 0,957 yang berarti yang berarti kemampuan model dalam menggambarkan keragaman data sebesar 95,7%. Kata kunci : Linier, Koefisien Determinasi, Model Aditif.
Copyrights © 2023