Sulaman menjadi peran penting dalam kehidupan masyarakat adat Minangkabau yang dikenal dengan “Upacara sepanjang kehidupan” sehingga selendang ini mewakili pada setiap upacara adat seperti kelahiran, sunatan, pinangan perkawinan hingga upacara kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan keberadaan selendang sulam suji dan hubungannya dengan Identitas Budaya Kotogadang. Metode Penelitian yang digunakan menggunakan teori Hans-Georg Gadamer dengan pendekatan sosiologi. Teknik pengumpulan data melalui literasi, wawancara dan dokumentasi foto. Kesimpulan utama adalah keberadaan motif selendang sulam suji cair yang merupakan lambang dan memiliki makna tertentu berkaitan erat dengan fungsi dan makna identitas pemakaianya. Selendang sulam suji khususnya bagi masyarakat Kotogadang merupakan kekayaan yang memiliki nilai tersendiri dalam kehidupan masyarakatnya, tetapi sesuai dengan pemikiran Gadamer bahwa memahami makna merupakan kerja produktif melalui perjalanan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang maka interpretasi dapat ditafsirkan berbeda mengenai nilai dari selendang bagi masyarakat umum dan masyarakat internal Koto Gadang.
Copyrights © 2023