Kehadiran umat manusia di muka bumi dengan segala kompleksitasnya membutuhkan suatu acuan normatif-teologis yang akan menjadi pedoman dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam konteks tersebut, posisi al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memainkan peran sentral dalam menjiwai setiap ruang gerak manusia baik dalam dimensi vertikal (ibadah) ataupun dalam dimensi horizontal (muamalah). Konsekuensinya, pengkajian terhadap al-Qur’an yang tertulis dalam bahasa Arab menjadi suatu proses kajian panjang seiring dengan gelora semangat yang tiada henti dalam diri kaum muslimin untuk membumikan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan keseharian mereka. Pemahaman yang hanya berdasar pada apa yang tertulis pada teks semata yang kebetulan berbahasa Arab, hanya akan mengaburkan esensi pesan dalam teks itu sendiri sehingga kontekstualisasi bahasa Arab dalam penafsiran al-Qur’an perlu dilakukan yang salah satunya melalui perspektif hermeneutika Gadamer.
Copyrights © 2023