Unit Donor Darah (UDD) di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak memiliki tugas untuk dapat memenuhi permintaan darah bagi yang membutuhkan. Namun dalam pelaksanaannya, tidak semua dapat terpenuh, untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sebuah pola data transaksi permintaan darah untuk dapat mengetahui pola permintaan darah terbanyak setiap rumah sakit sehingga UDD PMI Kota Pontianak dapat meminimasilir tidak terpenuhinya jumlah permintaan darah. Penggunaan Algoritma Apriori dalam menentukan pola asosiasi dapat digunakan untuk menemukan pola pola item dalam database yang memiliki minimum support dan pola frekuensi tinggi. Pola permintan darah yang dihasilkan dari pernggunaan algoritma aprioari, disimpulkan berdasarkan hasil uji penentuan nilai minimum support yang memberikan hasil yang berbeda-beda pada nilai support, dengan juga mempertimbangkan nilai confidence pada pola permintaan darah. Pola permintaan yang sering dilakukan adalah jenis golongan darah A(+), O(+), dan B(+) confiddence 100%. Berdasarkan aturan asosiasi final diketahi bahwa jika meminta darah A(+), maka meminta darah AB(+) dengan confidence 90%, jika meminta darah B(+), maka meminta darah A(+) dengan confidence 95,23%, jika meminta darah O(+), maka meminta darah A(+) dengan confidence 95,23%, jika meminta darah A(+), maka meminta darah O(+) dan B(+) dengan confidence 100% dan jika meminta darah O(+) dan B(+), maka meminta darah A(+) dengan confidence 100%.
Copyrights © 2023