Maarif
Vol 18 No 1 (2023): Mewarisi Legacy Buya Ahmad Syafii Maarif: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemanusi

Islam dan Ideologi Negara dalam Tinjauan: Relevansi Pemikiran Ahmad Syafii Maarif dalam Konteks Indonesia Dewasa Ini

Nuraini Nuraini (Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang)



Article Info

Publish Date
22 Jun 2023

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Islam dan pancasila dalam pemikiran Ahmad Syafii Maarif serta latar belakangnya. Sebagai seorang cendikiawan Muslim Indonesia, Ahmad Syafii Maarif adalah tokoh bangsa yang lantang menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berdasarkan penelitian kepustakaan. Ahmad Syafii Maarif merupakan sosok tokoh yang dijuluki bapak moral bangsa, Pemikiran-pemikiran Buya selalu memakai semangat moral Islam sebagai dasar ia berpijak. Baik tentang pemikiran keislamannya maupun tentang pemikiran politiknya. Bagi Buya Ahmad Syafii Maarif hubungan antara agama dan negara adalah saling membutuhkan. Menurut Buya negara memerlukan agama sebagai sumber prinsip moral transendental demi terciptanya keadilan. Sedangkan agama membutuhkan negara sebagai wadah atau instansi pelindung bagi terlaksananya nilai-nilai moral agama dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sehingga, bagi Buya Ahmad Syafii relasi antara Islam dan negara merupakan satu-kesatuan yang saling berkaitan, dan tidak bertentangan sama sekali.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

maarif

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Jurnal MAARIF diarahkan untuk menjadi corong bagi pelembagaan pemikiranpemikiran kritis Buya Ahmad Syafii Maarif dalam konteks keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Beberapa isu yang menjadi konsen jurnal ini adalah tentang kompatibilitas Islam dan demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralisme. ...