Konflik internal agama tumbuh dengan subur di era pasca Orde Baru ditandai dengan menguatnya kebencian berdasarkan sektarianisme Sunni dan Syiah. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan pemikiran Ahmad Syafii Maarif (ASM) terkait konflik Sunni dan Syiah yang selama ini belum banyak dikaji oleh para sarjana. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana data diperoleh dari tulisan-tulisan ASM yang fokus membahas tentang persoalan Sunni dan Syiah dan diperkaya oleh berbagai buku dan jurnal yang relevan dengan fokus studi. Artikel ini menunjukkan bahwa konflik Sunni dan Syiah yang terjadi dewasa ini, termasuk di Indonesia, adalah buah dari warisan konflik para elit Arab yang dimulai dari para sahabat Nabi hingga konflik antarnegara Arab di era kontemporer. Akar masalah dari konflik tersebut adalah adanya nafsu akan kekuasaan politik oleh para elit Arab. Pemikiran ASM dapat menjadi alternatif pemikiran di tengah menguatnya sumbu ekstrim Sunni dan Syiah yang telah memecah persatuan dunia Islam.
Copyrights © 2023