Latar Belakang: Swamedikasi adalah upaya mandiri yang dilakukan seseorang untuk mengobati dirinya sendiri saat mengalami keluhan penyakit. Tren swamedikasi meningkat di Indonesia. Tujuan: Sebuah model dibangun untuk mengetahui determinan praktik swamedikasi di Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan data Susenas 2019 dengan 258.633 Orang sebagai sampel penelitian. Analisis regresi logistik dilakukan untuk mengetahui variabel sosial ekonomi yang signifikan terhadap praktik swamedikasi. Hasil: Perilaku swamedikasi dilakukan oleh 73.49% orang dengan variabel determinan yang berhubungan secara signifikan antara lain usia 15-25 tahun (OR: 1,254; 95% CI: 1,209 – 1,301), usia 26-65 tahun (OR: 1,254; 95% CI: 1,161 – 1,230), jenis kelamin (OR: 1,059; 95% CI: 1,035 – 1,085), tingkat pendidikan (OR: 0,885; 95% CI: 0,866 – 0,904), status perkawinan (OR: 0,948; 95% CI: 0,927 – 0,970), status bekerja (OR: 1,151; 95% CI: 1,128 – 1,175), status merokok (OR:1,352; 95% CI: 1,316 – 1,387), status kepemilikan jaminan kesehatan (OR:1.487; 95% CI: 1,456 – 1,519), status lokasi tempat tinggal (OR: 1,032; 95% CI: 1,012 – 1,050), akses teknologi informasi (OR: 1. 074; 95% CI: 1,031 – 1,079) dan status ekonomi. Kesimpulan: Usia, jenis kelamin, status pendidikan, status perkawinan, status merokok, lokasi tempat tinggal, status bekerja, status kepemilikan asuransi kesehatan, status akses teknologi informasi dan status ekonomi berpengaruh signifikan terhadap keputusan individu melakukan praktik swamedikasi. Determinan tidak memiliki jaminan kesehatan menjadi faktor yang paling mempengaruhi praktik swamedikasi.
Copyrights © 2023