Jurnal Sains dan Seni ITS
Vol 12, No 2 (2023)

Pengaruh Kedalaman dan Kecepatan Gelombang Geser Batuan Dasar terhadap Respons Tanah Menggunakan Mikrotremor di ITS Surabaya

Fahrizi, Muhammad Alif (Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
Saifuddin, Saifuddin (Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2023

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh kedalaman batuan dasar terhadap karakteristik amplifikasi tanah dengan pendekatan linear dan equivalent-linear di ITS Surabaya, menggunakan data mikrotremor. Profil kecepatan geser (V_S) tanah di lokasi penelitian diperoleh menggunakan pemodelan inversi horizontal to vertical spectral ratio dari mikrotremor dengan asumsi enam lapisan. Berdasarkan SNI-1726-2019, suatu lapisan tanah dikategorikan sebagai batuan dasar jika V_S lapisan tersebut melebihi 760 m/s. Dari hasil inversi diperoleh, V_S lebih besar dari 760 m/s setelah lapisan ke-dua. Sehingga, gelombang sintetik (input motion) diletakkan pada bedrock dengan kedalaman yang berbeda-beda untuk menentukan amplifikasi tanah. Parameter-parameter yang digunakan berupa Fourier amplitude ratio (FAR), psuedo spectral acceleration (PSA), dan ground motion proxy. Hasil akhir dari penelitian berupa pengaruh kedalaman bedrock terhadap terhadap respons tanah. Didapatkan bahwa pada pendekatan linear maupun equivalent-linear, semakin dalam batuan dasar, semakin tinggi puncak dari Fourier amplitude ratio (FAR), dan psuedo spectral acceleration (PSA). Pendekatan linear menghasilkan FAR dengan 4 puncak, dengan 3 puncak berada pada periode <0,5 s dan puncak terakhir berada di periode 0,75-1,25 s. Pendekatan equivalent-linear mendapatkan FAR dengan 1 puncak yang berada di periode 0,85-1,29 s. Hal ini disebabkan adanya energi hilang akibat damping pada periode rendah. Pada analisis ground motion proxy, didapatkan nilai peak ground acceleration (PGA), peak ground velocity (PGV), dan peak ground displacement (PGD) pada pendekatan linear terus meningkat seiring naik ke permukaan dari batuan dasar, namun pada pendekatan equivalent-linear, ground motion proxy mengalami penurunan dan kenaikan yang bervariasi pada kedalaman 40 meter. Hal ini disebabkan oleh nonlinearitas tanah berada di kedalaman hingga 40 meter.

Copyrights © 2023