SYARIAH DARUSSALAM : JURNAL ILMIAH KESYARIAHAN DAN SOSIAL MASYARAKAT
Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Syariah Darussalam

IMPLEMENTASI AKAD GAWI BAKAWAN USAHA PENDULANGAN INTAN DI KELURAHAN BANGKAL KECAMATAN CEMPAKA (ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH)

Fajariah Fajariah (Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2023

Abstract

AbstrakSemua kegiatan muamalah dibolehkan dalam Islam selama tidak bertentang dengan dalil syara', muamalah masyarakat di Kelurahan Bangkal yang memiliki suatu kebiasaan dengan istilah gawi bakawan dalam suatu pekerjaan yang terdiri dari beberapa Orang, dan menarik untuk menelaah tentang akad gawi bakawan dalam usaha pendulangan Intan, dianalisis dengan Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian adalah penelitian hukum empiris, jenis penelitian lapangan atau (field research), dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris atau sosiologi hukum yang bersifat studi kasus deskriptif analisis yaitu mengungkapkan hukum dalam pelaksanaannya di masyarakat dihubungkan dengan teori-teori hukum. Adanya istilah gawi bakawan adalah suatu kebiasaan masyarakat mengatakan setiap pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa orang dinamakan gawi bakawan,  jika hanya satu orang bukan termasuk gawi bakawan. Akad gawi bakawan dalam usaha pendulangan intan adalah akad secara lisan dengan kesepakatan bersama tentang pembagian hasil serta keuntungan dan kerugian ditanggung bersama (akad Mudharbah dan Musyarakah). Namun implementasi akad gawi bakawan sebagian bertentangan dengan akad mudhârabah dan musyârakah, adanya ketidakjelasan dalam kesepakatan, sehingga menghilangkan asas-asas dalam akad.Kata Kunci: Cempaka, gawi bekawan, intan, pendulangan. Abstract All muamalah activities are permissible in Islam as long as they do not conflict with syara' arguments, muamalah are people in the Bangkal Subdistrict who have a habit of using the term gawi bakawan in a job consisting of several people, and it is interesting to examine the gawi bakawan contract in the diamond panning business, analyzed with Sharia Economic Law. The research method is empirical legal research, a type of field research or (field research), using an empirical juridical approach or legal sociology which is a descriptive analysis case study in that it reveals the law in its implementation in society connected with legal theories. The existence of the term gawi bakawan is a habit in the community to say that any work carried out by several people is called gawi bakawan, if only one person is not included in the gawi bakawan. The gawi bakawan contract in the diamond panning business is an oral contract with a mutual agreement regarding profit sharing and profits and losses shared together (Mudharbah and Musyarakah contracts). However, the implementation of the gawi bakawan contract is partly contrary to the mudharabah and musyarakah contracts, there is ambiguity in the agreement, thus eliminating principles in the contract. Keywords: Cempaka, gawi bekawan, diamonds, panning.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

syariahdrs

Publisher

Subject

Religion Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Kemasyarakatan. Terbit dua kali setahun pada periode Januari-Juni dan Juli-Desember. Memuat tulisan dari hasil kajian analitis-kritis maupun penelitian ilmiah dalam bidang Kesyariahan dan ...