Karya ini terinspirasi dari cerita turun temurun yang ada di Kota Dumai, Provinsi Riau. Cerita Putri Tujuh merupakan anak dari Ciksima yang memiliki warna selendang yang berbeda-beda, disetiap warna selendang yang berbeda memiliki simbol yang berbeda-beda, disetiap warna memiliki karakter kuat, gembira, lembut, keangkuhan, kehangatan, sedih, kedamaian. Pengkarya ingin mewujudkan keadaan bentuk sebuah karya tari yang memfokuskannyake perubahan perempuan pada saat ini. Karya ini ditampilkan di Auditorium Boestanul Arifin Adam Isi Padangpanjang karya ini memakai tari kelompok tujuh orang penari perempuan. Pengkarya menggunakan property kain dengan warna merah, kuning, merah jambu, ungu, orange, biru, putih dan setting. Rias yang digunakan ialah rias cantik panggung untuk penari perempuan sedangkan busana yang dipakai untuk penari ialah baju dengan warna yang berbeda-beda dan celana berwarna hitam, ikat pinggang, hiasan kepala. Pengkarya menggunakan tiga struktur garapan dalam karya Tabiat Meghah.
Copyrights © 2023