Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 2 No. 10: Juni 2023

ANALISA KELAYAKAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DENGAN MEMPERHITUNGKAN KELAYAKAN FINANSIAL: PADA PENGISIAN ULANG AIR MINUM HASIM RO

Andung Jati Nugroho (Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Yogyakarta)
Muhamad Syaifudin (Program Studi Teknik Industri, Universitas Teknologi Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
23 Jun 2023

Abstract

Usaha air minum isi ulang termasuk bisnis yang memiliki prospek tinggi terutama di Kecamatan Majenang. Adanya usaha air minum isi ulang ini diharapkan dapat terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Majenang dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah apakah usaha isi ulang air minum Hasim RO layak dikembangkan berdasarkan penilaian payback Priode, Net Present Value, Internal Rate of Retrun, dan Benefit Cost Ratio dan guna menilai kelayakan usaha air minum isi ulang, menggunakan modal sendiri. Penelitian ini memutuskan untuk menggunakan metode kelayakan finansial. Kelayakan sebuah usaha dapat dinilai berdasarkan kelayakan fiansialnya, karena kelayakan finansial dapat menentukan keberhasilan dan keberlangsungan suatu usaha. Kelayakan usaha dapat ditinjau dari besar kecilnya keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dilakukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha yang dijalankan oleh usaha isi ulang Hasim RO dapat dikategorikan sebagai usaha yang layak dilaksanakan dilihat dari finansialnya. Hal ini ditunjukan dengan payback periode yang hanya membutuhkan waktu 9 bulan 29 hari. Adapun hasil yang dilihat berdasarkan hasil laba bersih (LB) sebesar Rp. 347.880.000.00, NPV Rp. 35.282.037, BCR 5.827745081 dan IRR 22,87 %. Yang artinya usaha isi ulang air minum layak dikembangkan dan ditambah nilai investasinya menjadi 2000 galon.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...