Artikel ini akan merespon bagaimana konsep takdir menjadikan semangat pemuda serba instan ini untuk melibatkan Allah swt dalam setiap perilaku dan ketetapan sebuah pencarian dan rahasia yang tidak semetinya dikecewakan. Kajian ini didasarkan pada fenomena faktual yang terjadi di kalangan generasi muda di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kajian faktual ini dianalisis dengan menggunakan perspektif dakwah. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi bunuh diri pemicu utamanya adalah depresi, maka pemuda disarankan menyikapi kehidupan dengan mengetahui kadar atau takdir sebagai landasan utama sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah swt yakni dengan mengimani, tetapi bukan semua perbuatan yang dilakukannya adalah takdir. Sebab dasar takdir bukan ketentuan Allah swt secara mutlak ada hukum kausalitas, yakni sebab-akibat. Akan tetapi Allah swt maha memberi pertolongan kepada setiap hamba-Nya yang meminta pertolongan.
Copyrights © 2023