Permasalahan kandungan nitrit yang tinggi dalam sarang burung walet telah menjadi perhatian utama bagi pelaku usaha sarang burung walet di berbagai daerah penghasil produk pertanian ini. Hal tersebut dapat menyebabkan turunnya harga sarang burung walet dan dapat membawa dampak negatif serta bahaya bagi kesehatan yang serius bagi konsumen dan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik pengembangan perangkat deteksi kandungan nitrit beberapa jenis sarang burung walet dengan menggunakan metode pencampuran larutan sulfanilamid, N-(1-naftil) Etilen Diklorida (NED), dan NaCl. Hasil campuran dianalisa dengan mengevaluasi warnanya menggunakan sistem saluran RGB dan CIE dengan parameter L∗a∗b∗. Metode tersebut kemudian dibandingkan untuk memperoleh sistem pengukuran yang paling mudah untuk direalisasikan. Kandungan nitrit yang diukur berkisar dari 5 ppm hingga 30 ppm. Semakin tinggi nilai ppm, maka semakin gelap warnannya. Sarang burung walet yang berwarna lebih gelap dan lebih merah memiliki kandungan nitrit yang lebih tinggi dibandingkan dengan sarang burung walet yang lebih terang warnanya. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan nitrit memiliki korelasi dengan warna sarang burung walet. Hasil akhir menunjukkan bahwa pengembangan alat dengan menggunakan saluran RGB dapat lebih mudah direalisasikan dibandingkan dengan menggunakan sistem CIE L*a*b*. Hal ini diperoleh dari berdasarkan korelasi Pearson yang menunjukkan rerata nilai 0,886 untuk saluran RGB dan rerata nilai 0,263 untuk sistem CIE L*a*b*. Temuan ini menunjukkan bahwa warna sarang burung walet dapat menjadi indikator yang berguna untuk mengukur kontaminasi nitrit dan saluran RGB lebih mudah untuk penerapan perangkat keras pengukuran.
Copyrights © 2023