AbstractOne of the major cities in Indonesia, namely Banda Aceh, has experienced a fairly rapid physical development of buildings, marked by the widespread construction of offices and supermarkets. Likewise in the area of the road Tengku Hasan Dek, Jambotape previously an area of residential areas has now turned into an area of commercial trade areas. To provide the identity in buildings, a billboard is needed that functions as a communication tool in architecture and provides information directly to the public. The existence of billboards dominates the face of the region, forming irregular street picture sequences, because the contents of the billboards / content, dimensions, placement and type of media reduce the visual quality of the area. Besides that, the existence of irregular billboards caused disruption of views towards urban elements which should have been interesting to enjoy such as the architecture of buildings and the landscape of the city. As a result, people lose their sense of sight to enjoy a city space. This research focuses on observing the way of placement and the effect of billboard design at the observation location. Then look for a precedent as a guideline for making directions on how to place billboards in urban areas.Keywords: Billboards, visual quality, urban areas. AbstrakSalah satu kota besar di Indonesia yaitu Banda Aceh telah mengalami perkembangan fisik bangunan yang cukup pesat, ditandai dengan merebaknya pembangunan perkantoran dan pasar swalayan. Begitu juga pada Kawasan jalan Tengku Hasan Dek, Jambotape sebelumnya merupakan area kawasan permukiman kini telah berubah menjadi area kawasan perdangangan komersil. Untuk memberikan identitas pada bangunan diperlukan papan reklame yang berfungsi sebagai alat komunikasi dalam arsitektur dan pemberi informasi secara langsung kepada masyarakat. Keberadaan papan reklame mendominasi wajah kawasan, membentuk rangkaian (sequence) street picture yang tidak teratur, karena isi reklame/konten, dimensi, penempatan dan jenis medianya menurunkan kualitas visual kawasan. Selain itu keberadaan papan reklame yang tidak teratur menyebabkan terganggunya pandangan kearah elemen kota yang seharusnya justru menarik untuk dinikmati seperti arsitektur bangunan dan landskape kota. Akibatnya masyarakat kehilangan indra pandang untuk menikmati suatu ruang kota. Penelitian ini menitikberatkan pada pengamatan cara penempatan dan pengaruh desain papan reklame di lokasi amatan. Lalu mencari preseden sebagai acuan pedoman untuk membuat arahan cara penempatan papan reklame dikawasan perkotaan. Kata kunci : Papan reklame, kualitas visual, kawasan perkotaan.
Copyrights © 2018