Kebutuhan akan tempat tinggal terus berkembang dan menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia. Hal ini dikarenakan rumah memiliki fungsi dan makna dalam menunjang keberlangsungan hidup manusia. Pembangunan rumah tinggal di Indinesia adalah salah satu kegiatan yang terus berkembang dan menjadi salah satu penyumbang kerusakan pada lingkungan. Pembangunan perumahan terjadi dikarenakan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang meningkat dari tahun ke tahun. Konstruksi pembangunan perumahan memiliki kecenderungan dengan sifat menyebar di area perkotaan (Yunus HS, 2008; Saratri W,2011). Akibatnya membuat tata kota menjadi tidak teratur dan berantakan sehingga memberikan kesan kumuh untuk permukiman tersebut. Perumahan ikut menyumbang emisi gas CO2. Emisi karbon paling besar berasal dari energi listrik yang digunakan untuk kegiatan kosmetik. Hal ini akan memberikan dampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan berkelanjutan untuk dapat menerima perkembangan suatu kawasan yang akan terjadi di masa mendatang dari pertumbuhan penduduk dan urbanisasi sehingga tidak menimbulkan danpak negatif di masa yang akan datang. Perancangan ini membahas penerapan konsep sustainable pada perumahan. Metode perancangan yang digunakan adalah metode pengumpulan data dan analisis data. Hasil akhir perumahan menengah di Banda Aceh telah menerapkan tema sustainable arcrchitecture pada rancangan desain yaitu dalam penataan zona kawasan, penggunaan air, penggunaan energi, pengelolaan limbah, dan pemilihan material.
Copyrights © 2022