Kondisi fisik bangunan yang memenuhi kriteria kenyamanan membantu manusia dalam beraktivitas pada ruang tempat tinggal mereka. Asrama Putri IPAU (Ikatan Pemuda Aceh Utara) merupakan tempat tinggal mahasiswi Aceh Utara yang berlokasi di jalan Kayee Adang, Lamgugob, Banda Aceh. Berdasarkan hasil pengukuran suhu ruangan salah satu kamar di Asrama Putri, diperoleh data yaitu 28°C – 30,7°C, kondisi tersebut menciptakan ketidaknyamanan pada penghuni ruangan, sehingga permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian terkait dengan pengaruh kondisi ruang terhadap penghuni ruangan dan lingkungan sekitar serta faktor-faktor kenyamanan termal yang mempengaruhinya seperti suhu/temperatur udara, temperatur radiasi, kelembaban dan kecepatan angin. Pada penelitian ini dilakukan metode secara deskriptif kuantitatif. Analisis secara deskriptif kuantitatif berupa mendapatkan data pengukuran menggunakan alat ukur Anemometer, WBGT meter, dan Thermorecorder, yang kemudian diinterprestasikan berdasarkan teori-teori dan nilai Temperatur Efektif (TE). Data survei lapangan berdasarkan unsur kenyamanan termal yang telah diukur, menghasilkan perbandingan suhu nyaman, sedang, ataupun tidak nyaman dalam skala SNI 03-6572-2001. Data waktu, suhu, kelembaban udara, dan kecepatan angin saat di lapangan diolah sehingga mendapatkan grafik berupa nilai indeks terhadap kondisi kenyamanan termal. Hasil data dari pengukuran terkait unsur-unsur kenyamanan termal tersebut akan dilakukan korelasi sehingga didapatkan hubungan antar variabel. Selain itu, redesain juga diberikan pada akhir penelitian untuk mencapai karakter ruang tidur yang nyaman.
Copyrights © 2021