Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa hasil tes akhir pada tindakan siklus I baru mencapai 65% maka tindakan ini belum berhasil karena kriteria suatu tindakan dikatakan berhasil bila telah mencapai 80% siswa mendapat skor ≤65. Hasil observasi pada kegiatan guru mencapai 80%, dan observasi pada kegiatan siswa mencapai 80%. Sedangkan hasil tes akhir tindakan siklus 2 siswa yang memperoleh skor ≤65 mencapai 80%, maka tindakan ini sudah berhasil. Hasil observasi pada kegiatan guru mencapai 83,85%, dan observasi pada kegiatan siswa mencapai 84,65%. Oleh karena itu, pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, walaupun pada tindakan siklus 1 tidak berhasil namun pada tindakan siklus 2 berhasil baik dilihat dari segi proses dan hasil.
Copyrights © 2016