Masyarakat Kalimantan Tengah khususnya di Kecamatan Jekan Raya masih banyak bergantung pada sungai dalam menunjang berbagai kegiatan seperti pertanian, industri maupun domestik yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah tertentu. Secara ekologi sungai berperan penting sebagai sebuah ekosistem perairan yang terbuka dan mengalir dari hulu ke hilir sungai .Namun perlu ketahui sungai juga menjadi salah satu tempat pembuangan akhir dari saluran drainase. Kota Palangka Raya memiliki saluran drainase utama (primer) yang bermuara di sungai Sebangau dan sungai Kahayan. Saluran drainase mudah terkontaminasi oleh zat – zat pencemar yang berasal dari limbah domestik dan limbah industri UMKM (pengolahan ayam potong dan pengolahan tahu). Oleh sebab itu, saluran drainase utama (primer) diperkirakan memiliki potensi mencemari kualitas air Sungai Kahayan, sehingga untuk mengetahuinya perlu dilakukan penelitian. Kemudian diperoleh hasil bahwa terdapat beberapa parameter uji yang melewati ambang batas yang digunakan meliputi baku mutu derajat keasaman (pH) yang telah melewati 3,33 % - 11,67 % dari ambang batas, BOD yang telah melewati 36,67% - 70% dari ambang batas sehingga berkontribusi mencemari sungai Kahayan. Dan dari hasil analisis diketahui bahwa tidak ada pengaruh yang terjadi antara fluktuasi tinggi muka air dan debit air terhadap parameter uji yang ditunjukkan dengan nilai R-Square < 0,67.
Copyrights © 2023