Hadirnya Financial Technology (Fintech) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memberikan perubahan terhadap transaksi pembayaran yang dulunya secara konvensional kini sudah digital. Dengan adanya penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi pengguna dalam menggunakan layanan fintech khususnya QRIS di Kota Bangli dengan menerapkan metode Technology Acceptance Model (TAM) original yang dimodifikasi menggunakan satu variabel eksternal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 3.0. Hasil pengujian Evaluasi Inner Model Q2 memiliki nilai yaitu 84,1% hal ini menunjukkan bahwa penerimaan layanan QRIS minat pengguna (Behavior Intention) mampu dijelaskan oleh variabel Perceived Risk terhadap Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Attitude Toward Using serta terdapat enam hipotesis yang diterima
Copyrights © 2023