Sumber pemenuhan air baku bagi kehidupan manusia antara lain air tanah dan air permukaan namun disisi lain, air juga bisa menjadi berbahaya karena menjadi perantara penyebaran beberapa jenis penyakit seperti Diare, Disentri, penyakit kulit dan lain sebagainya. Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Hal tersebut pula yang mendorong pemerintah pusat dan daerah bekerjasama untuk menyediakan kebutuhan tersebut melalui program Pamsimas. Terkait dengan permasalahan tersebut Kementrian PU melakukan dukungan melalui program pembangunan infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, dukungan terhadap kawasan perbatasan dan kawasan terpencil dan terisolir. Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat maka diberlakukanlah program PAMSIMAS yang dikelola oleh masing-masing pemerintah daerah. Pelaksanaan program PAMSIMAS dilandasi dengan kebijakan Pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian diskritif dengan metode kualitatif. Dilaksanakan di Desa Seletreng Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo, waktu pelaksanaan bulan Agustus 2018 – Desember 2018. Pengumpulan data dengan cara observasi, interview, dan dokumentasi. Sebagai informan berjumlah 6 orang yang terdiri dari 2 orang perangkat desa, 1 orang pendang desa dan 3 orang dari kalangan masyarakat yang menerima manfaat dari program Pamsimas. Hasil dari Penelitian ini adalah : 1) Pamsimas belum dapat dikatakan berhasil dan berjalan optimal dikarenakan adanya permaslahan dilapangan, 2) Kurangnya peran sertadarimasyarakatdidalammensukseskanprogrampemerintahini, 3) Masyarakat Desa Seletreng belum sadar akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat di lingkungan mereka, 4) Kurangnya pengawasan terhadap program membuat beberapa akses air bersih lebih sering tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Program Pamsimas di Desa Seletreng belum berhasil menyediakan Sarana Penyediaan Air Minum sacara berkelanjutan.
Copyrights © 2019