Primordialisme merupakan suatu keadaan dimana masyarakat masih memegang teguh prinsip atau hal-hal yang dibawa sejak kecil maupun tradisi, ada istiadat, kepercayaan dan segala sesautu yang ada dilingkungan pertamanya. Ikatan seseorang pada kelompok pertamanya dengan segala nilai yang diperolehnya melalui sosialisasi akan membentuk sikap primordial.Pilkada di Minahasa Selatan tahun 2015 menjadi ruang “political race†yang terbuka bagi masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Di era demokratisasi sekarang ini, isu primordialisme masih merupakan salah satu aspek yang memengaruhi masyarakat dalam bertindak atau mengambil keputusan, contohnya dalam pemilihan umum kepala daerah. Isu primordial masih merupakan salah satu bagian dari identitas suatu daerah yang seringkali dimanfaatkan oleh elit-elit politik untuk mendapatkan suara pada pilkada dimana apabila bakal calon bukan putra daerah sangat sulit untuk mendapat dukungan partai atau memperoleh suara dan dukungan masyarakat. Pada Pilkada Minahasa Selatan tahun 2015, sentimen primordial sengaja dimunculkan untuk mendapatkan dukungan. Hal ini terlihat dari jargon “pilihlah putra daerah!†yang juga merupakan bentuk komunikasi politik.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman baik bagi bakal calon maupun kepada masyarakat luas untuk melihat apakah primordialisme ini dapat memberikan kontribusi yang nyata baik dalam pembangunan maupun dalam pencapaian kesejahteraan rakyat atau sebaliknya hanya akan menimbulkan kesenjangan sosial ditengah masyarakat, bahkan lebih buruk lagi dapat menimbulkan pengempokan-pengelompokan dalam kehidupan bermasyaraka
Copyrights © 2017