God has the highest authority over everything in the region including the living creatures in it. God saw that the evil of mankind is great on earth and that all the tendencies of his heart always produce only evil. God's hatred of human wickedness, He saw as the wounded and humiliated by man. He saw it as a gentle Father who saw the ignorance and hardness of His rebellious and disobedient heart, which not only made Him angry but also grieved. It is this sin and evil that makes God regret, that He has made man on earth, and that heartbreak (Genesis 6: 6-7). Thus God regrets causing God to be sovereign in expressing his authority over humans. Abstrak Allah berkuasa memiliki otoritas tertinggi atas segala yang ada dalam wilayah termasuk makluk hidup yang berada di dalamnya. TUHAN melihat bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Kebencian Allah terhadap kefasikan manusia, Ia melihat sebagai pihak yang terluka dan terhina olehnya. Ia melihatnya seperti Bapa yang lembut melihat kebodohan dan kekerasan hati anak-Nya yang memberontak dan tidak patuh, yang tidak hanya membuat-NYA murka tetapi juga berduka. Dosa dan kejahatan inilah yang membuat Allah menyesal, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya (Kej.6:6-7). Dengan demikian Allah menyesal mengakibatkan Allah berdaulat untuk menyatakan otoritasnya terhadap manusia.
Copyrights © 2020