The Covid 19 pandemic, entering its third year, has brought many changes in all fields, including activities in the campus library. Libraries can no longer fully carry out complete face-to-face services, but various restrictions have been placed on reducing mobility and suppressing the transmission of the COVID-19 virus. Therefore, it is urgent for the recovery of the library after the pandemic, namely by optimizing the campus library so that library services can be felt again by the campus students. In addition, to re-earth the literacy culture and student interest in reading which has decreased due to the pandemic. Because one of the benchmarks for competent students in the 21st century is students who think critically, have global insight, and have high character and spiritualism. This study uses a descriptive qualitative research method with a case study approach that is focused on students of STT Intheos Surakarta and the efforts made by the campus library to optimize the library, including launching a campus literacy movement, socializing the program, creating a lecture reading corner, increasing the competence of librarians in digital libraries, digitizing theology books, maximizing social media as a means of promoting new book catalogs and improving modern library supporting infrastructure. AbstrakMasa pandemi Covid 19 memasuki tahun ketiga ini telah membawa banyak perubahan dalam segala bidang, tidak terkecuali aktivitas di perpustakaan kampus. Perpustakaaan tidak bisa lagi sepenuhnya melakukan layanan tatap muka penuh tetapi dilakukan berbagai pembatasan guna mengurangi mobilitas dan menekan penularan virus Covid-19. Oleh sebab itu menjadi suatu urgensi guna pemulihan perpustakaan pasca pandemi yaitu dengan optimalisasi perpustakaan kampus sehingga layanan perpustakaan dapat kembali dirasakan oleh mahasiwa kampus tersebut. Selain itu mem-bumikan kembali budaya literasi dan minat baca mahasiswa yang menurun akibat pandemi. Karena salah satu tolok ukur mahasiswa yang kompeten di abad 21 adalah mahasiswa yang berfikir kritis, berwawasan global dan memiliki karakter serta spiritualisme yang tinggi. Penelitian ini meng-gunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yaitu difokuskan pada mahasiswa STT Intheos Surakarta dan upaya yang dilakukanperpustakaan kampus untuk optima-lisasi perpustakaan yaitu diantaranya: mencanangkan gerakan literasi kampus, mensosialisasikan program tersebut, membuat pojok baca kuliah, peningkatan kompetensi pustakawan dalam perpusta-kaan digital, digitalisasi buku – buku Teologi, memaksimalkan media sosial sebagai sarana promosi katalog buku baru dan peningkatan sarana prasarana penunjang perpustakaan masa kini.
Copyrights © 2022