Tradisi puji-pujian merupakan sebuah tradisi yang kental dengan kebudayaan di Pulau Jawa. Hal ini sangat wajar karena adanya proses akulturasi kebudayaan dengan ajaran Islam. Dimana, dominitas puji-pujian di Jawa merupakan kandungan ajaran Islam yang dijadikan nyanyian atau tembang Jawa. Penelitian ini mencoba membedah sebuah sistem kultural dalam pemaknaan puji-pujian al- fatihah K.H. Achmad Ghufron dalam perwujudan akulturasi masyarakat. Bentuk syair merupakan pemaknaan dari K.H. Achmad Ghufron seorang kiai dan pengasuh Pondok Pesantren Sirojuddin terhadap Surat Al-Fatihah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berjenis lapangan atau Field Research yang diolah menggunakan analisis milik Miles dan Huberman. Penelitian ini juga memakai teori Akulturasi Islam dan Budaya Lokal yang dalam proses akulturasinya ada tiga yaitu Universalitas Islam, Dukungan Sosial dan Afiliasi Budaya, dan Integrasi Ajaran Agama Islam kedalam Budaya Lokal. Penulis menemukan hasil penelitian diantaranya, Pertama, Tradisi puji-pujian surat al- fatihah ini merupakan sebuah tradisi yang masuk dalam kategori akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam bentuk Seni, dibuktikan dengan isi syair yang menjadi sebuah puji-pujian atau nyanyian khas dari budaya Jawa. Kedua, Tradisi puji- pujian surat al-fatihah ini merupakan sebuah tradisi yang mempunyai sistem kultural yang lengkap yaitu dari Universalitas Islam, Dukungan Sosial dan Afiliasi Budaya, dan Integrasi Ajaran Islam kedalam Budaya Lokal.
Copyrights © 2023