Dalam melakukan peningkatan kualitas kinerja pelayanan keperawatan pihak rumah sakit maupun puskesmas rawat inap banyak yang belum melibatkan pasien sehingga masih terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran yang melibatkan pasien agar upaya peningkatan pelayanan keperawatan yang akan dilakukan dapat memenuhi harapan pasien. Penilaian tentang kinerja pelayanan keperawatan dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Misalnya ada orang yang merasa cukup puas terhadap kinerja pelayanan keperawatan tertentu tetapi ada pula orang yang menilai kurang puas terhadap kinerja pelayanan yang sama. Pendekatan yang dipakai penulis untuk mengukur kinerja pelayanan perawat adalah logika fuzzy mamdani. Fuzzy Mamdani merupakan salah satu metode yang sangat fleksibel dan memiliki toleransi pada data yang ada. Fuzzy Mamdani memiliki kelebihan yakni, lebih intuitif, diterima oleh banyak pihak, lebih cocok input yang diterima dari manusia bukan mesin. Metode tersebut akan coba penulis terapkan pada kasus evaluasi kinerja pelayanan perawat berdasarkan Tangibility, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empaty. Dari variabel-variabel tersebut dihasilkan defuzzyfikasi yang merupakan output evaluasi kinerja didapatkan bilangan riil sebesar 84,9 yaitu merupakan keanggotaan dari domain himpunan bilangan fuzzy baik yang artinya variabel evaluasi kinerja sudah dapat dikatakan baik yaitu mencapai 84,9. Kata kunciâ Keperawatan, Metode Fuzzy Mamdani, Evaluasi Kinerja.
Copyrights © 2015