Pengampunan merupakan salah satu karakter manusia yang mudah untuk dikatakan namun sulit untuk dilakukan dilain sisi manusia akan hidup dengan rasa bersalah selama sisa hidup mereka jika tidak mengampuni orang lain yang pernah berbuat salah kepada mereka. Fokus teks yang menjadi inti adalah Surat II Korintus 2:5-11 dengan menggunakan tafsir sosial. Teks ini berbicara mengenai pengampunan yang mana maksud Paulus mengenai pernyataan bahwa kesedihan yang dia rasakan disebabkan oleh jemaat dan bahwa itu mungkin kesedihan bagi seluruh orang dan Paulus menyiratkan bahwa kesedihan satu orang dapat berdampak negatif pada banyak orang. Untuk itu, keinginan Paulus tentang pengampunan ini membuat penulis tertarik untuk melihat pada konteks sekarang apakah nasihat yang disampaikan oleh Paulus sudah cukup untuk memafkan atau mengampuni seseorang.
Copyrights © 2022