Penyebaran covid-19 yang membuat pemerintah Indonesi membatasi aktivitas interaksi masyarakat yang dikenal dengan istilah Physical Distancing membuat tantangan bagi pendampingan pastoral dalam suatu jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pelayanan pastoral selama pandemik covid-19, kelebihan dan kekurangan pastoral online dari sudut pandang jemaat serta efektivitas pastoral online di masa pandemik covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan : Pertama, pola pelayanan pastoral di GKPII jemaat Bahtera Halong selama pandemik covid-19 dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sosial dan telepon seluler. Kedua, dalam melakukan pastoral online sering ditemukan kekurangan berupa biaya, waktu, kemampuan memanfaatkan media, dan keterbatasan mengetahui bahasa tubuh yang didampingi. Selain itu ada juga kelebihan pastoral online yakni melakukan physical distancing, pendampingan berlangsung tanpa dilihat oleh orang lain dan tidak dibatasi oleh jarak karena dimanapun dan kapapun pendampingan dapat di lakukan. Pastoral online dipandang efektif oleh jemaat karena sesuai dengan kondisi pandemik covid-19, namun pastoral tatap muka yang lebih cenderung dipilih oleh jemaat jika penerapan physical distancing tidak lagi diterapkan. Dari hasil penelitian diatas menunjukan jemaat membutuhkan pendampingan pastoral selama pandemik covid-19, sehingga disarankan agar tenaga pastoral jemaat mendesain suatu media online yang dikhususkan bagi pengembangan dan proses pendampingan pastoral selama pandemik covid-19.
Copyrights © 2022