Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai moderasi beragama diinternalisasi dan diterapkan melalui pendekatan Dakwah dan Budaya Islam di lingkungan masjid Assyukur Aster, Kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 (sepuluh) nilai-nilai moderasi beragama yang diinternalisasi oleh para da’i melalui pendekatan dakwah pada jemaah masjid As-syukur yakni Tawassuth (tengah-tengah), Tasamuh (Toleran), Tawazum (Bersikap Harmonis), I’tidal (Tegak Lurus), Syura (Musyawarah), Ishlah (Perbaikan), Qudwah (Kepeloporan), Muwathanah (Cinta Tanah Air), Al-Unf (Anti Kekerasan), I’tiraf Al-Unf (Ramah Budaya Lokal). Moderasi beragama memiliki peranan yang penting dan muncul sebagai respon karena adanya dua kutub ekstrem dalam Islam, yakni ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Akan tetapi terkadang paham-paham radikalisme tersebut malah disebarkan melalui dakwah maupun khutbah sehingga menggiring opini jemaahnya kepada pemikiran yang radikal. Sehingga diperlukan adanya ketahanan masyarakat di kompleks Aster dengan cara melakukan pengontrolan isi terhadap konten dakwah ataupun khutbah yang disampaikan oleh da’i.
Copyrights © 2022